Sabtu, 29 Juli 2017

Penyesalan, Kebenaran Atau Kesalahan?

Aku menyesal. Aku menyesal tentang masa lalu yang telah merusak masa depan. Andai saja dulu aku tidak kenal dengan keburukan dan hanya berteman dengan kebaikan. Ahh... Mengingat itu aku jadi merasa hina sendiri. Seharusnya aku tidak menyesalinya karena itu adalah jalan yang kupilih. Tapi bukankah pertaubatan juga memerlukan rasa penyesalan? Tapi kenapa sesal selalu datang belakangan?

Ku dengar seorang ustadz berkata bahwa ketika kita melakukan kejahatan maka dicabut iman, kebersihan hati, nikmat kebaikan dan lain-lain sebagainya yang baik-baik. Setelah kita selesai dengan kejahatan dan kemaksiatan maka semua yang dicabut dikembalikan. Iman dikembalikan pada tempatnya sehingga muncullah penyesalan. Timbullah hati yang penuh kebaikan meratapi kelakukan bejad yang sudah dilakukan. Itulah kenapa penyesalan selalu datang belakangan.


Seperti yang aku rasakan saat ini. Kau adalah kejahatan bagiku. Saat ini. Perkenalan denganmu harusnya tidak terjadi di kala itu. Aku adalah selembar kertas putih yang masih sedikit coretan dan masih bisa dihapus dengan tangan-tangan suci penuh kebaikan. Tapi iblis menarikku dan mengajak berteman dengan kegelapan. Sampai aku sendiri merasa bangga dan biasa saja dengan apa yang aku lakukan.

Namun kini aku sadar bahwa hal itu tidak akan membawa diriku pada sifat-sifat ke Tuhanan yang diajarkan melalui kalam-kalam Alquran. Aku hanya mempekerjakan malaikat pencatat keburukan sampaik pencatat kebaikan ketiduran. Bahkan catatan kebaikanku masih polos, bersih tidak ada coretan. Aku malu karena bukannya berusaha keluar dari lingkaran syetan aku malah senang tinggal disana walau sendirian.

Tuhan, mohon berikan kekuatan agar aku lepas dari kemaksiatan. Berikan terus rasa penyesalan jika syetan kembali menghembuskan nafas-nafas kesesatan. Jangan tinggalkan aku sendiri ketika aku seperti kesurupan karena keinginan yang begitu kuat untuk melakukan keburukan. Jangan biarkan aku selalu menyesal setelah melakukan kemaksiatan.

Buatlah aku takut. Sampai nanti hati ini tidak kalut. Dan terus mengingatmu ketika berada di darat ataupun laut.

Di Medan Tempur
Waktu Ba'da Ashar
Hamba Yang Penuh Penyesalan