Jumat, 04 September 2015

Yakinkah Kau dengan Ketentuan-Nya

Bismillahirrohmanirrohim...


Selalu kumulai setiap surat-suratku dengan menyebut nama Tuhanku Yang Kasih-Nya Meraja, Yang Maha Membolak-balikkan hati, Yang dengan Kuasa dan Ketetapan-Nya lah makhluk tunduk. Dengan Nya pulalah aku bisa menulis surat-surat ini dalam keadaan penuh dengan cinta terhadapmu, rindu akan hadirnya cintamu...

Ohh Wahai Jantungku...
Yakinkah engkau dengan ketentuan-Nya? Bahwa setiap segala sesuatu di dunia ini bukanlah kehendak diri kita sendiri, melainkan hanya semata-mata karena ketentuan-Nya. Sedangkan kita hanya #akting menjalankan ketentuan-Nya tersebut.

Ohh Wahai Jantungku...
Seperti belakangan ini ketika aku dipenuhi oleh cinta terhadapmu, sejak dulu sudah begitu. Sempat beberapa lama kita tidak saling tegur sapa karena aku pergi meninggalkanmu. Tapi cinta itu tetap di tempatnya. Ahh aku tau kau pasti berkata "itu tidak mungkin. Kamu berbohong." haha. Dengarlah Wahai Kekasihku cerita dariku ini.

Apakah kau tau jika kita akan selalu kembali pulang ke rumah meski kita sudah bertualang kemanapun? Ya, tidak ada tempat yang lebih baik dan lebih nyaman dibanding rumah. Mungkin ini adalah ketentuan-Nya, lagi-lagi ketentuan-Nya, bahwa memang cintaku ini hanya ditujukan untukmu, hatiku dicondongkan kepadamu. Dan engkaulah (semoga) yang menjadi 'rumah'ku. Jika kau bertanya apakah ada sesuatu yang belum selesai antara kita, aku jawab ya! Ada kisah yang Tuhan inginkan untuk kita agar kehidupan kita lengkap. Ada cerita dariku yang belum lengkap tanpamu dan begitu juga denganmu, ada kisah kehidupanmu yang hanya bisa dilengkapi dengan kehadiranku.


Lalu apakah ini sebuah kesalahan, Wahai Jantungku? Jika Allah membalikkan hatiku kembali untuk mencintaimu, apakah aku harus berdoa agar aku tidak mencintaimu? Tidak, tidak. Aku akan menjalani derita cintaku kepadamu sebagaimana tugas seorang pecinta. Yaitu mencinta dengan setulus hati tanpa bertanya-tanya kenapa aku diberi tugas untuk mencintaimu lagi.

Aku yakin bahwa semua ini adalah jalan kebaikan bagi kita, entah apa yang Tuhan inginkan. Tapi yang jelas akan baik akhirnya, karena kita pun memulainya dengan baik. Bukankah begitu? :)

Di Medan Tempur
Waktu Antara Dzuhur dan Ashar
Katup Kananmu