Senin, 15 Desember 2014

Ucapan Selamat Natal

Bismillaahirrohmaanirrohiim…
Selamat Sore Saudara semua. Apa kabar sore ini? Sehat semua pasti kan?

Sore ini saya menulis artikel yang berjudul . Ini saya lakukan karena banyak beredar Pesan Siaran (Broadcast Message) di Catfiz, BBM, Whatsapp dan Media Sosial lainnya yang berisi percakapan antara seorang Muslim dan Kristiani tentang Ucapan Selamat Natal yang tidak dilakukan oleh Muslim. Kira-kira begini isi percakapannya :

Kristiani : Hai, Kamu tidak memberikan ucapan selamat natal padaku? 
Muslim : Maaf, itu tidak bisa kulakukan karena agamaku melarangnya? 
Kristiani : Tapi aku saudara muslim mu yang lain melakukannya? Itu kan hanya sebuah kata-kata?

Muslim : Mungkin mereka belum belajar tentang itu. Hei, bisakah kamu mengucapkan kalimat syahadat? 
Kristiani : Oh tidak bisa, itu akan merusak keyakinanku. 
Muslim : Kenapa? bukankah itu hanya sebuah kata-kata? 
Kristiani : Oh, aku mengerti sekarang.


Saya tidak tahu siapa yang memulai Pesan Siaran tersebut di Media Sosial dan aplikasi messenger. Tapi saya tidak setuju dengan percakapan tersebut yang membandingkan antara syahadat dengan ucapan selamat. Ini menunjukkan kelemahan dan ketidaktahuan umat Muslim tentang syahadat dan ucapan. MasyaAllah… Ampunilah dosa kami. Saya akan coba jelaskan dengan keterbatasan saya, yang tidak memiliki Ilmu kecuali diturunkan dari Sisi Allah Azza wa Jalla.
SYAHADAT dan BAPTIS
Syahadat adalah ikrar, janji, kesaksian dari seseorang yang akan masuk islam. Yang isinya adalah mengesakan Allah dan meyakini bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah. Dan Syahadat bukan sekedar ucapan! Tolong pertanggungjawabkan pesan siaran anda yang mengatakan bahwa syahadat sekedar ucapan atau kalimat. Syahadat sendiri tidak bisa dikatakan sekedar ucapan karena dalam Kitab Kifayatul Ghulam karangan Syekh Ismail Alminangkabawi bahwa Syahadat ini memiliki Syarat Sah, Fardhu, Kesempurnaan dan Rukun Syahadat. Ada juga Faedah Syahadat dan Hal yang Membatalkan Syahadat.
Apakah dengan itu semua kita bisa mengatakan pada Umat Kristiani bahwa syahadat itu adalah hanya sekedar ucapan? sekali-sekali tidak! karena benar dalam percakapan itu jika umat Kristiani mengucap syahadat maka itu akan merusak keyakinannya. Karena Syahadat dalam Islam sama dengan Baptis dalam kepercayaan umat Kristiani. Jika kita melakukan Baptis itu merusak kepercayaan kita sebagai Muslim. Paham?
UCAPAN SELAMAT
Ucapan selamat natal ini dilarang (katanya) berdasarkan fatwa MUI fatwa MUI era Hamka tahun 1981 adalah (a) haram mengikuti ritual Natal; (b) tidak haram menghadiri perayaan Natal, bukan ritualnya; (c) MUI Jawa Timur (KH. Misbach) mengharamkan menghadiri acara Natal baik sekedar untuk mengikuti perayaannya saja atau apalagi sampai mengikuti ritualnya. Padahal menurut Din Syamsudin dalam penjelasan fatwa tersebut tidak ada larangan dalam hal ucapan selamat untuk hari raya Umat Agama lain
Ada pengakuan menarik dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof DR HM Din Syamsuddin MA soal muslim memberikan ucapan selamat Natal. “Saya tiap tahun memberi ucapan selamat Natal kepada teman-teman Kristiani,” katanya di hadapan ratusan umat Kristiani dalam seminarWawasan Kebangsaan X BAMAG Jatim di Surabaya (10/10).
Din yang juga Sekretaris Umum MUI Pusat itu menyatakan MUI tidak melarang ucapan selamat Natal, tapi melarang orang Islam ikut sakramen/ritual Natal.
“Kalau hanya memberi ucapan selamat tidak dilarang, tapi kalau ikut dalam ibadah memang dilarang, baik orang Islam ikut dalam ritual Natal atau orang Kristen ikut dalam ibadah orang Islam,” katanya. (Link Sumber : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/message/74225)
Ada dalil-dalil qur’an dan hadits yang dijadikan sebagai sandaran bagi Ulama yang mengharamkan ucapan selamat bagi umat agama lain. Antara lain :
Berdasarkan fatwa dari Ibnu Taimiyah dan ulama Wahabi Muhammad bin Shalih Al Uthaimin
- QS Al-Furqon 25:72 “Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.”
- QS Az-Zumar 39:7: “Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.”
- QS Al-Maidah 5:48 “Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.”
- QS Al-Maidah 5:3 “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”
- QS Ali Imran 3:85 “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”
- Hadits مَنْ تشبّه بقوم فهو منهم (Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia menjadi bagian darinya).
Tapi tidak sedikit pula ulama yang membolehkan ucapan selamat hari raya kepada Umat Agama lain. Dalilnya adalah sebagai berikut :
- QS Al-Mumtahanah 60:8 “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
- QS Al-Baqarah 2:83: “…serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia”
- QS An-Nahl 16:90: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan…”
- QS An-Nisa’ 4:86 “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).”
KESIMPULAN
Bagi saudara-saudara ku Umat Muslim yang mengharamkan ucapan Selamat Natal, lakukan lah. Karena kalian memegang dalil/sandaran yang kuat atas hal itu. Tapi kami mohon jangan ajarkan sesuatu yang sangat intoleran kepada yang lainnya. Jika kamu tidak mau mengucapkan ya sudah. Tapi jangan menghina perayaan tersebut sampai mengatakan bahwa mereka pasti masuk neraka, kafir dan lain-lain. Apakah kita lebih berhak daripada Allah untuk menentukan seseorang masuk neraka dan kafir? Apakah kita lebih suci dibanding Allah Azza wa Jalla?
Dan bagi saudaraku umat muslim yang membolehkan ucapan tersebut. Lakukan lah, jika itu memang keyakinanmu. Tapi kerjakanlah apa-apa yang kamu ketahui ilmunya. Jangan jadikan hal tersebut sekedar ucapan tanpa kita tahu apa sebabnya kita memperbolehkan hal itu dan adakah ucapan Rasul atas larangan melakukan hal tersebut? Pelajari agama mu dengan sebaik-baiknya wahai saudara.
Dan terakhir bagi saudara ku umat Kristiani, maafkan kelakuan kami jika ini mengganggu kalian. Sesungguhnya kami menghormati Nabi Isa sebagai Nabi kami. Ada beberapa alasan yang dapat saya kemukakan jika saya belum bisa mengucapkan selamat natal. Ada dalam syahadat kami yang mengatakan fardhu syahadat adalah diikrarkan dengan lidah dan ditasdiq (dibenar) kan dengan hati. Ini yang bagi saya menjadi sandaran bahwa seorang muslim harus sejalan antara apa yang diucapkan dengan lidah dan harus ditasdiq kan (di benarkan) oleh hati. Islam mengajarkan kami untuk tidak berbohong, mana mungkin kamu mengajarkan kami menjadi munafik sebab tidak sejalan antara yang kami ucapkan dengan apa yang kami yakini? Seperti yang termaktub dalam kitab kami, kami tidak diperkenankan memberikan persaksian palsu, lihat QS Al-Furqon 25:72 :
“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.”
Terlebih lagi apakah kamu ingin mengajarkan kami untuk membantah apa yang sudah diajarkan oleh agama kami? Saya yakin agamamu, wahai saudaraku, tidak mengajarkan itu. Saya tidak ingin apa yang saya ucapkan tidak dibenarkan oleh hati saya. :)
Tapi kami tidak dilarang untuk mendoakan kalian wahai saudaraku Umat Kristiani. Di bulan ini, dalam kepercayaanmu lahirlah seorang Juru Selamat, dengan berkat kelahirannya kami mendoakan semoga kalian wahai saudaraku Umat Kristiani, keberkatan Tuhan dalam Hidup kalian, semakin bertambah rizki kalian dalam hidup ini dan dijadikan hidup kalian di dunia ini selamat, sejahtera dan diberkati Tuhan dalam setiap langkah. :-)
Saudara mu, Alfaqir Syaif bin Butabi
15/12/2014 Waktu Maghrib

di Medan Perang