Selasa, 16 Desember 2014

Siapa yang Sakit?

Bismillaahirrohmaanirrohiim…
Bagaimana kabarmu hari ini? Sudah sarapan?


Jangan sampe ga sarapan, nanti sakit. Efek yang paling besar adalah jadi sangat serius kalo belum sarapan. Hehe. Makanya sarapan itu penting loh buat menjalani hidup di pagi hari. Tapi saya ga bisa tanyain “udah sarapan belom?” buat fans OCD nya D*ddy C*rbuzier. Karena mereka punya jam makan sendiri. Hehe.


Jadi apa hubungan sarapan dengan judul diatas? ga ada sebenernya. Haha. Kan belum sarapan, kan? Serius banget sih. Bangsa ini sudah sakit, jangan tambahin sakit dengan kamu belum sarapan. Kenapa bangsa ini sakit? Masa ga sadar sih kalo sakit? Ya, mungkin sadar tapi gamau berubah. Gamau sembuh!

Ada orang yang super duper kaya. Harta berlimpah. Semua serba ada. Tapi dia tidak bisa merasakan kekayaannya, ga bisa nikmatin kekayaannya. Alasannya apa? Karena dia, Si orang kaya tersebut tengah sakit keras.
Sama dong dengan bangsa ini? Apa sih yang Tuhan ga kasih buat kita? Negara Kepulauan terbesar, Sebutannya Jamrud Khatulistiwa. Garis pantai terpanjang, punya Kalimantan yang jadi paru-paru dunia. Sumber daya alam melimpah. Wah, banyak deh! Tapi karena bangsa ini sakit jadi ga bisa merasakan semua itu.
Lihat dipemberitaan sekarang. Tidak ada kebaikan yang kita lihat. Seolah-olah manusia-manusia yang kita sebut pejabat, anggota dewa(n), (pe)merintah itu berisi orang-orang tidak bermoral. Pencari kesenangan diri sendiri. Kang Korup! dan banyak lainnya. Tapi memang itu kenyataannya. Lalu apa yang sudah bangsa ini perbuat? Dengan banyaknya melihat kejadian-kejadian, fenomena-fenomena ajaib yang terjadi? Tidak ada!
Tetap saja, yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Karena sakitnya sudah kronis! Saya terkadang merasa sangat sedih. Karena bangsa ini terlalu termakan dengan pemberitaan. Tapi wajar sih, selain sakit bangsa ini juga bangsa lapar. Karena orang lapar itu emosinya kurang terjaga. Lihat saja, ada berita nyeleneh sedikit langsung tersulut, terprovokasi. RIbut deh abis itu. Kebiasaan emang.
Tapi, ga ada penyakit yang ga ada obatnya. Obatnya adalah kita saja yang memperbaiki diri. Gausah liat-liat orang-orang yang kita panggil pejabat, anggota dewa(n), (pe)merintah itu. Mulai dari buang sampah jangan disungai, mematuhi rambu lalu lintas, lebih banyak bekerja jangan menuntut. Dan yang paling penting adalah sering sarapan biar jadi orang yang ga terlalu serius. Heuheu.
Kalo ada yang baca artikel ini dan terlalu serius, tanyakan pada dirimu apakah kamu sudah sarapan? 
Jakarta, 16 Desember 2014

di Pembaringan