Selasa, 16 Desember 2014

Akankah Pagi Tetap Indah?

Bismillaahirohmaanirroohiim…

Pagi. Ciptaan Tuhan yang satu ini telah menjadikan makhluk ciptaan Nya terbangun, bekerja, bersosialisasi dan banyak hal lainnya. Pagi menjadi sebuah anugerah yang tak terhingga bagi orang-orang yang menantinya dengan penuh sukacita. Menjadikan waktunya yang indah di malam hari berpindah ke waktu yang lebih indah di pagi hari.
Tapi, akankah pagi kita selalu indah?
Ya, pertanyaan itu adalah bagi kita. Kenapa pertanyaan itu muncul? Apakah bisa pagi tak selalu indah? Coba rasakan bagi diri kita, jika pagi ini kita bangun dan melihat keadaan yang membuat jengkel akankah pagi kita indah? atau ketika sudah bangun tapi kita dapati diri kita merasa sakit, miring ke kanan sakit, miring ke kiri sakit, celentang sakit, tengkurep sakit. Serba salah deh pokoknya. Akankah pagi itu indah? Ketika sudah berangkat kerja mengendarai motor, tiba-tiba ada motor lain dari belakang yang nyalip. Atau membunyikan klakson, akankah pagi kita indah?


Itu bagi kita yang masih bisa kerja di pagi hari, bagaimana dengan orang lain yang belum memiliki pekerjaan? Akankah pagi mereka indah? Atau orang-orang yang pagi ini (ketika saya menulis) belum makan sejak kemarin, akankah pagi nya indah?
Tuhan yang Menguasai Pagi lah yang mampu membuat pagi kita indah. Tapi kenapa kita, saya, sering sekali lupa bahwa anugerah Nya di pagi hari sangatlah besar. Masih diberi umur panjang, masih bisa bangun, masih bisa merasakan (meskipun rasa sakit), masih ada yang nglaksonin biar ga ngantuk, masih ada sesuatu yang membuat semangat kerja biar bisa makan. dll dll.
Sering sekali kita, saya, lupa bahwa dipagi hari lah Tuhan menurunkan rizki lewat pintu-pintu yang tidak diduga. Masih inget ga dengan ucapan orangtua kita “Bangun lu, nanti rejeki lu dipatok ayam!” ternyata ucapan orangtua itu benar adanya. Kenapa kita kalah bersyukurnya dengan ayam, dia setiap pagi tanpa lupa, pasti berkokok. Itu wujud syukur ayam kepada anugerah Tuhan dipagi hari. Itu cara ayam bertasbih menyebut nama Tuhan.
Maka dari itu, yuk sama-sama kita bersyukur atas indahnya pagi ini. Bagi teman-teman yang merasa pagi ini kurang indah, dirubah ya prasangkanya. Karena hal tersebut, yaitu prasangka, yang membuat pagi kita indah. Kenapa? karena jika menemukan hal yang kurang enak, kita masih bisa merasa dan menyebut nama Tuhan.
Jadi, pagi kita akan selalu indah kan?
Jakarta, 16 Desember 2014

di Pembaringan