Minggu, 12 Agustus 2012

Benteng Somba Opu, Gowa

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

BENTENG SOMBA OPU, GOWA.

Pagi Sobat pengunjung setia blogger...
gimana nih kabarnya??? pasti semua baik-baik aja kan??? udah lama nih jarang nge-blog, nge-post di blog. Biasa, kesibukan anak muda yang ada di perantauan. haha. Tapi tau ga sis, bro? ane pulang ke jakarta tanggal 15 lho! iya! ane seneng banget, haha (sedikit curhat)


Judul yang ane angkat kali ini adalah BENTENG SOMBA OPU, GOWA. Lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu Sungai Je'ne Berang, yang letaknya tidak jauh dari benteng ini. Bahkan sebenarnya benteng ini berada di tepian Sungai Je'ne Berang. Penasaran kan seperti apa sih kisahnya? stay tune di blog ane, dan bekicot!

LATAR HISTORIS

Benteng Somba Opu (BSO) didirikan pada awal abad ke-16 atas usaha Raja Gowa ke-9 Karaeng Tumapakrisi Kallonna yang kemudian dilanjutkan oleh Karaeng Tunipallangga Ulaweng. Pada tahun 1545, Karaeng Tunipallangga (Raja Gowa ke-10) memperkuat struktur dinding benteng dengan batu padas. Pada masa pemerintahan Tunijallo (Raja Gowa ke-12) benteng mulai dipersenjatai dengan berkaliber berat pada setiap sudut bastion.

Secara arkeologis bentuk benteng memang belum diketahui, karena sebagian dindingnya belum teridentifikasi. Terutama dinding sebelah utara. Berbagai ekskavasi telah dilakukan  guna mengungkap keberadaan dinding tersebut. Meskipun bentuknya belum diketahui secara pasti namun ada informasi penting yang dapat dilacak berdasarkan hasil stilasi FRANCOIS VALENTIJN dan disempurnakan kembali oleh BLEAU dalam sebuah peta berangka tahun 1638.

Dari peta tersebut diketahui bahwa Benteng Somba Opu (BSO) berbentuk segi empat panjang. Di dalamnya terdapat istana Raja, rumah para bangsawan, pembesar dan pegawai-pegawai kerajaan yang dikelilingi oleh tembok lingkar yang tinggi dan tebal serta dilengkapi dengan persenjataan.

Kediaman para bangsawan dan kerabat Raja terletak di bagian Utara, dibelah dua oleh sumbu jalan utama yang membujur Utara-Selatan. Di sebelah Utara menempel pada dinding luar terdapat pasar. Jalan utama tersebut berpotongan tegak lurus di bagian tengah kompleks, dengan sebuah jalan lainnya yang melintas dalam arah Timur-Barat.

Masjid terletak di ujung Selatan jalan utama, melintang Barat-Timur berorientasi ke arah Barat. Tempat bermukim Raja terdapat di bagian Barat-Selatan berdekatan dan sejajar dengan dinding benteng sebelah Barat. Tiap bangunan mempunyai halaman masing-masing yang dikelilingi oleh pagar kecil.

Di luar benteng tinggal para prajurit dan keluarganya, tukang-tukang,saudagar dan para pendatang dari berbagai suku bangsa. Di bagian Utara benteng terdapat bangunan perwakilan dagang bangsa Portugis, kemudian Belanda yang membuka kantor dagangnya tahun 1607, Inggris tahun 1613, Spanyol tahun 1615, sementara Cina dan Denmark tahun 1618. Sebelah Timur benteng terdapat Kampung Mangalekanna yang dihuni oleh orang-orang melayu. Sedangkan pedagang Bugis-Makassar menempati daerah-daerah di sekitar benteng dan para petani yang mengerjakan sawah milik kerajaan menempati kampung Bontoala.

POTENSI TINGGALAN ARKEOLOGI

Luas Benteng Somba Opu (BSO) berdasarkan hasil pemetaan Suaka PSP SULSELRA tahun 1986 adalah 113.950 m2, dengan posisi gegrafis berada pada S 05 11 36 dan E 119 24 10. Terletak di Desa Sapiria Kecamatan Somba Opu Gowa. Struktur pembentuk bangunan adalah bata dari berbagai ukuran , batu pada dan pada bagian-bagian tertentu terdapat tanah isian yang tidak teratur. Ketebalan dinding bervariasi antara 200-300 cm pada sisi Timur dan Selatan, sedangkan pada sisi Barat berukuran 300-400 cm. Pada sebelah Barat Laut terdapat bekas Istana Maccini Sombala dengan dinding yang sangat tebal. Dari tempat inilah Raja memantau para pedagang, lalu lintas kapal, arus bongkar muat barang dan penarikan bes masuk pelabuhan.

dipostkan oleh Alfaqir Syaif Jakarta
12 Agustus 2012, Makassar